Pondok-Pondok Sederhana yang Penuh Perjuangan

Deli Hermanto

3 days ago • 12

Foto: Dok. Istimewa/Deli Hermanto

Pondok-Pondok Sederhana yang Penuh Perjuangan

Oleh: Abu Abdillah, Lc., S.Pd.

Mudir ‘Ām Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit Kota Payakumbuh

Saung Penghafal Al-Qur’an. Di sinilah para santri penghafal Al-Qur’an berjuang sejak kedatangan hingga waktu pulang, menambatkan cita dan harapan. Sebuah tempat sederhana yang menjadi saksi sekaligus medan perjuangan jiwa-jiwa muda dalam meniti jalan Al-Qur’an, ilmu, dan iman. Di ruang-ruang inilah mereka belajar membaca ayat demi ayat, menghafal dengan penuh kesungguhan, mengulang hafalan dengan kesabaran, serta menimba ilmu agama, pelajaran umum, dan bahasa Arab—semuanya berpadu dalam satu tarbiyah yang utuh. Apabila hari semakin siang dan cahaya matahari semakin terik, maka perjuangan pun semakin berat.

Di tempat yang sama pula mereka melaksanakan shalat Dhuha, beristirahat, tidur siang, dan menyantap makan siang bersama. Segalanya sederhana, namun semoga dipenuhi keberkahan, insyaallah.

Di sinilah lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema. Di sinilah pelajaran agama dijelaskan dengan penuh kelembutan, adab ditanamkan sejak dini, dan sunnah Nabi ﷺ dihidupkan dalam keseharian. Pendidikan yang berlangsung bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter dan pembinaan jiwa, agar tumbuh generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Pondok-pondok itu hanyalah ruangan kayu berukuran kurang lebih 4 × 4 meter dengan bangunan seadanya. Atapnya tidak terlalu tinggi, lantainya dari triplek, dan dindingnya pun tidak menutup seluruh sisi. Secara fisik, ia jauh dari kata ideal. Namun justru di balik keterbatasan itulah nilai perjuangan, kesabaran, dan keikhlasan ditempa.

Alhamdulillāh, saung ini insyaallah akan berganti dengan lokal permanen pada beberapa masa ke depan sebagai ikhtiar menyiapkan fasilitas yang lebih layak dan nyaman. Saat ini, pembangunan masih dalam tahap penyelesaian struktur bangunan, insyaallah akan dilanjutkan dengan pemasangan keramik, pengecatan, dan pekerjaan lainnya. Semoga Allah Ta‘ala memudahkan seluruh prosesnya, serta mengirimkan hamba-hamba-Nya yang berinvestasi akhirat dan turut berjuang agar pembangunan ini segera selesai, rampung, dan dapat digunakan. Namun, pembangunan ini baru diperuntukkan bagi santri setingkat SD.

Adapun santri tingkat TK tetap berjuang dan bertahan dengan kondisi seperti ini dalam waktu yang belum dapat dipastikan, hingga Allah Ta‘ala memberikan rezeki. Sembari berharap hadirnya hamba-hamba Allah yang berkenan menanamkan kebaikan dengan membangun gedung wakaf bagi santri TK penghafal Al-Qur’an.

Ketika terik matahari menyengat, panasnya terasa luar biasa. Belum ada kipas angin yang mampu mendinginkan ruangan, sehingga peluh mengalir seiring lantunan hafalan. Ketika hujan turun, terkadang air merembes dari beberapa sisi atap, menguji keteguhan dan kesabaran. Namun semua itu tidak memadamkan semangat. Santri-santri tetap duduk bersila, menatap mushaf, dan melanjutkan hafalan—seolah ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi keagungan cita-cita.

Bukan hanya para santri yang berjuang. Para guru dan ustaz tentu memikul perjuangan yang lebih besar. Terlebih para ustazah, yang tetap harus berhijab sempurna di tengah suasana panas yang luar biasa, sambil membimbing, mengajar, dan membersamai para santri dengan penuh keikhlasan.

Inilah potret perjuangan yang sesungguhnya: menghafal dan belajar dalam kondisi apa adanya, bersabar di tengah panas dan hujan, namun tetap teguh menapaki jalan Al-Qur’an. Dari pondok-pondok sederhana inilah, dengan izin Allah Ta‘ala, diharapkan lahir generasi Qur’ani—yang kuat imannya, luas ilmunya, dan kokoh akhlaknya—sebagai cahaya bagi umat dan peradaban.

Semoga Allah Ta‘ala memudahkan urusan kita semua, memberikan kemudahan dalam menyelesaikan pembangunan lokal SD, serta melapangkan rezeki agar dapat terwujud pula pembangunan lokal TK penghafal Al-Qur’an.


Ditulis di Sudut Kampus Qur’an

Tatkala Al-Qur’an ditilawahkan dan dihafalkan

Oleh santri-santri harapan masa depan

Semoga Allah memudahkan seluruh urusan,

menyelesaikan pembangunan Gedung Birrul Wālidayn,

dan terbangun pula Gedung TK Penghafal Al-Qur’an.

Tarok, 10 Februari 2026 | 09.20 WIB


Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!